piye ki…huh ngelu..
capek…puyenk…
kerja lembur terus…
ada solusi…
kerja
Ditulis dalam Uncategorized
KOK KOYOK NGENE ( mengapa seperti ini )
ini merupakan bincang – bincang antara aq, pak Agus Kordinator kerja aq dan pak doni dan pak hendra sebagai konsultan pengawas aq,,
aq kan bekerja di kontraktor yang lumyan besar karena ikut BUMN, dan sudah terkenal nama nya …gak bisa aq sebut langsung nama kantor aq..
kita mulai pembicaraan nya..
PS 1 : Pak Agus enak ya jadi bozz cuma datang marah – marah terus tinggal pergi lagi ke disjkotik lage..
PS 2 : Itu bukan nama nya Pimpinan itu lah yang nama nya bozz ,, bisa nya cuma marah saja,,gak tahu anak buah nya sakit di lapangan, dh gak ada sinyal datang marah marah,,gak jelas lage..bener gak pak Doni.
PS 3 : Beda pak agus klo bozz ku gak seperti itu ,,bozz ku klo di telpon bilang begini..GIMANA DI LAPANGAN ADA MASALAH TIDAK…BUAT SANTAI SAJA…KLO TELPON YA TELPON..MAKAN _ YA MAKAN gak usah di buat pusink..
aq tahu disana kalian sudah sakit, medan dah hancur,,sinyal gak ada,,buat senang aja.
klo mau turun ke ponti ya turun 2 hari atau 3 hari tapi gantian,,,
PS 1 : wah pak klo bozz ku seperti itu aq senang…
PS 3 : mank susah kui kok le … boss mu mank katrok..gendeng ..goblok…
PS 2 / 1 : lha enak e kepiye pak doni…iso iso tak tinggal ulih..proyek gak rampung kan iso dilanjutke dewe karo dek nene soale kan wes ngomiong dewe,,rak ono awak mu karo agus..proyek tetep jalan ..akeh wong seng golekj kerjo..
kan wes ngomong ngono pak..
padahal wong e gak ngerti nak aq lungo pekerja ilang kabeh..
tenan wonge nko teko nek lapanagn aq mudun pontianak..
PS 3 ; kok koyok ngene….nak ngoo karo ws yakin sak karep mu…tapi resiko awak mu gak kerjo ek iki maneh..
PS 1 : gak peduli pak…sudah terlanjur KOK KOYOK NGNENE,,,,,aq yo wes yakin kok pak ..opo maneh aq sudah tidak di anggap lagi pak…
PS 3 : yo wes lah;;;nak wes bulat tekad
IPTEK
PSIS SEMARANG

PSIS SEMARANG
PSIS Semarang adalah club sepak bola kebanggan kota lumpia (SEMARANG),dan berdiri pada tanggal 23 mei 1928 yang bermarkas di tanggul kalibuntang yang sekarang nama nya jl. dokter Cipto semarang, sebenar nya PSIS buknalah nama pertama,nama PSIS berdiri setelah PSSI lahir pada tanggal 19 april 1930 barulah club sepak bola kebanggan kita PSIS ini berdiri menjadi nama PSIS (Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang) yang dulu nya bernama TOD dan SSS, yang itu semuana adalah bakal cikal dari PSIS, dan sampai sekarang PSIS tetap berdiri dan pernah menjuarai Liga Indonesia pada tahun 1999, dan samapi sekarang PSIS bermarkas di stadion JATIDIRI semarang dan berjuluk MAHESA JENAR,,yang berkostum biru jika bermain di markas sendiri dn menggunakan kostum putih jika bermain di markas laan,
PSIS merupaka salah satu club sepak bola Indonesia yang besar dan di segani oleh para lawan.
Fakta laen tentang PSIS adalah klub pertama di liga indonesia yang pertama kali menjuarai liga indonesia di divisi utama dan kemudian terdegradasi di divisi I,pada musim berikutnya,dan kemudian berhasil menjadi juara di divisi I Nasional, dan kembali lagi Exist di divisi utama liga Indonesia sampai sekarang.
Ditulis dalam PSIS, klub semarang
BASKET BALL
Basket adalah olah raga yang melelah kan da banyak sekali akan trik nya, permainan yang sangat melelahkan walaupun cuma dengan lapangan yang sempit dan permainan cuma 10 menit tapi membuat kita kelelah an,dan dalam permainan itu dilakukan selama empat quarter, dalam 1 quarter selama 10 menit baru istriraht,Olah raga basket juga banyak digemari leh para pemuda cowok ataupun cewek,dalam negara Indonesia bergulirnya Liga basket Indonesia yang lebih terkenal dengan sebuta IBL,yang mencantumkan pebasket – pebasket yang profesionalisme dan handal.dan bermain basket adalah permainan kelompok yang terdiri dari dua team yang berjumlahlima orang tiap team, bacaselanjutnya….
seperti yang dilakukan dalam dalam youtube dibawah ini
ini gambar NBA basketball all star
Tonton yach…
aksi aksi NBA all Star
THE LEGEND NEVER DIE …..GIE
LEBIH BAEK DI ASINGKAN DARIPADA MENYERAH PADA KEMUNAFIKAN
Soe Hok Gie dibesarkan di sebuah keluarga yang tidak begitu kaya dan berdomisili di Jakarta. Sejak remaja,Gie sudah mengembangkan minat terhadap konsep-konsep idealis yang dipaparkan oleh intelek-intelek kelas dunia. Semangat pejuangnya, setiakawannya, dan hatinya yang dipenuhi kepedulian sejati akan orang lain dan tanah airnya membaur di dalam diri Hok Gie kecil dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang tidak toleran terhadap ketidakadilan dan mengimpikan Indonesia yang didasari oleh keadilan dan kebenaran yang murni. Semangat ini sering salah dimengerti orang lain. Bahkan sahabat-sahabat Hok Gie, Tan Tjin Han dan Herman Lantang bertanya “Untuk apa semua perlawanan ini?”. Pertanyaan ini dengan kalem di jawab GIE dengan penjelasan akan kesadarannya bahwa untuk memperoleh kemerdekaan sejati dan hak-hak yang dijunjung sebagaimana mestinya, ada harga yang harus dibayar, dan memberontaklah caranya. Semboyan Soe Hok Gie yang mengesankan berbunyi, “Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”
Masa remaja Gie dijalani di bawah rezim pelopor kemerdekaan Indonesia Bung Karno, yang ditandai dengan konflik antara militer dengan PKI. Soe dan teman-temannya bersikeras bahwa mereka tidak memihak golongan manapun. Meskipun Hok Gie menghormati Sukarno sebagai founding fath0er negara Indonesia, Hok Gie begitu membenci pemerintahan Sukarno yang diktator dan menyebabkan hak rakyat yang miskin terinjak-injak. Hok Gie tahu banyak tentang ketidakadilan sosial, penyalahgunaan kedaulatan, dan korupsi di bawah pemerintahan Sukarno, dan dengan tegas bersuara menulis kritikan-kritikan yang tajam di media. Soe juga sangat membenci bagaimana banyak mahasiswa berkedudukan senat janji-janji manisnya hanya omong kosong belaka yang mengedoki usaha mereka memperalat situasi politik untuk memperoleh keuntungan pribadi. Penentangan ini memenangkan banyak simpati bagi Hok Gie, tetapi juga memprovokasikan banyak musuh. Banyak interest group berusaha melobi Soe untuk mendukung kampanyenya, sementara musuh-musuh Hok Gie bersemangat menggunakan setiap kesempatan untuk mengintimidasi dirinya.
Tan Tjin Han, teman kecil Hok Gie, sudah lama mengagumi keuletan dan keberanian Soe Hok Gie, Dalam usia berkepala dua, kedua lelaki dipertemukan kembali meski hanya sebentar. Hok Gie menemukan bahwa Tan telah terlibat PKI tetapi tidak tahu konsekuensi apa yang sebenarnya menantinya. Hok Gie mendesak Tan untuk menanggalkan segala ikatan dengan PKI dan bersembunyi, tetapi Tan tidak menerima desakan tersebut.
Hok Gie dan teman-temannya menghabiskan waktu luang mereka naik gunung dan menikmati alam Indonesia yang asri dengan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UI. Selain itu, mereka juga gemar menonton dan menganalisa film, menikmati kesenian-kesenian tradisional, dan menghadiri pesta-pesta.
Film ini menggambarkan petualangan Soe Hok Gie mencapai tujuannya untuk menggulingkan rezim Sukarno, dan perubahan-perubahan dalam hidupnya setelah tujuan ini, GIE adalah salah salah satu pendiri MAPALA UI dan terkenang samapi sekarang ini di dalam FAKULATS UNIVERSITAS INDONESIA, setelah kursi kepimpinan sukarno jatuh kemudian bangkitlah lagi rasis me Suharto sampai tahun 1998 yanmg kemudian di jatuhkan lagi oleh para mahasiswa,
Dan sampai kapan kita akan goyah seperti ini terus kapan INDONESIA akan bangikt jika kita tidak sadar dari diri kita sendiri
Sumber : id-wikipedia.org
Sejarah Kota Semarang
Kota Semarang
Di masa dulu, ada seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang, meninggalkan Demak menuju ke daerah Barat Disuatu tempat yang kemudian bernama Pulau Tirang, membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.
Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II. Di bawah pimpinan Pandan Arang, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dan Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Akhirnya Pandan Arang oleh Sultan Pajang melalui konsultasi dengan Sunan Kalijaga, juga bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H atau bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1547 masehi dinobatkan menjadi Bupati yang pertama. Pada tanggal itu “secara adat dan politis berdirilah kota Semarang” . Masa pemerintahan Pandan Arang II menunjukkan kemakmuran dan kesejahteraan yang dapat dinikmati penduduknya. Namun masa itu tidak dapat berlangsung lama karena sesuai dengan nasihat Sunan Kalijaga, Bupati Pandan Arang II mengundurkan diri dari hidup keduniawian yang melimpah ruah. la meninggalkan jabatannya, meniggalkan Kota Semarang bersama keluarga menuju arah Selatan melewati Salatiga dan Boyolali, akhirnya sampai ke sebuah bukit bernama jabalekat di daerah Klaten. Didaerah ini, beliau menjadi seorang penyiar agama Islam dan menyatukan daerah Jawa Tengah bagian Selatan dan bergelar Sunan Tembayat. Beliau wafat pada tahun 1553 dan dimakamkan di puncak Gunung Jabalkat. Sesudah Bupati Pandan Arang mengundurkan diri lalu diganti oleh Raden Ketib, Pangeran Kanoman atau Pandan Arang III (1553-1586), kemudian disusul pengganti berikutnya yaitu Mas R.Tumenggung Tambi (1657-1659), Mas Tumenggung Wongsorejo (1659 – 1666), Mas Tumenggung Prawiroprojo (1966-1670), Mas Tumenggung Alap-alap (1670-1674), Kyai Mertonoyo, Kyai Tumenggung. Yudonegoro atau Kyai Adipati Suromenggolo (1674 -1701), Raden Maotoyudo atau Raden Summmgrat (1743-1751), Marmowijoyo atau Sumowijoyo atau Sumonegoro atau Surohadmienggolo (1751-1773), Surohadimenggolo IV (1773-?), Adipati Surohadimenggolo V atau kanjeng Terboyo (?), Raden Tumenggung Surohadiningrat (?-1841), Putro Surohadimenggolo (1841-1855), Mas Ngabehi Reksonegoro (1855-1860), RTP Suryokusurno (1860-1887), RTP Reksodirjo (1887-1891), RMTA Purbaningrat (1891-?), Raden Cokrodipuro (?-1927), RM Soebiyono (1897-1927), RM Amin Suyitno (1927-1942), RMAA Sukarman Mertohadinegoro (1942-1945), R. Soediyono Taruna Kusumo (1945-1945), hanya berlangsung satu bulan, M. Soemardjito Priyohadisubroto (tahun 1946, 1949 – 1952 yaitu masa Pemerintahan Republik Indonesia) pada waktu Pemerintahan RIS yaitu pemerintahann federal diangkat Bupati RM.Condronegoro hingga tahun 1949. Sesudah pengakuan kedaulatan dari Belanda, jabatan Bupati diserah terimakan kepada M. Sumardjito. Penggantinya adalah R. Oetoyo Koesoemo (1952-1956). Kedudukannya sebagai Bupati Semarang bukan lagi mengurusi kota melainkan mengurusi kawasan luar kota Semarang. Hal ini terjadi sebagai akibat perkembangnya Semarang sebagai Kota Praja.
Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Walikota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang. Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang di kepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, pemerintahan daerah Kota Semarang belum dapat menjalankan tugasnya karena pendudukan Belanda. Tahun 1946 lnggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda.Ini terjadi pada tangga l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menaiigkap Mr. Imam Sudjahri, walikota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Narnun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian diluar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti dimasa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementrian Dalam Negeri di Yogyakarta. Beliau menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan. Sejak tahun 1945 para walikota yang memimpin kota besar Semarang yang kemudian menjadi Kota Praja dan akhirnya menjadi Kota Semarang adalah sebagai berikut :
1. Mr. Moch.lchsan
2. Mr. Koesoebiyono (1949 – 1 Juli 1951)
3. RM. Hadisoebeno Sosrowardoyo ( 1 Juli 1951 – 1 Januari 1958)
4. Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat ( 7Januari 1958 – 1 Januari 1960)
5. RM Soebagyono Tjondrokoesoemo ( 1 Januari 1961 - 26 April 1964)
6. Mr. Wuryanto ( 25 April 1964 – 1 September 1966)
7. Letkol. Soeparno ( 1 September 1966 – 6 Maret 1967)
8. Letkol. R.Warsito Soegiarto ( 6 Maret 1967 – 2 Januari 1973)
9. Kolonel Hadijanto ( 2Januari 1973 – 15 Januari 1980)
10. Kol. H. Imam Soeparto Tjakrajoeda SH ( 15 Januari 1900 – 19 Januari 1990)
11. Kolonel H.Soetrisno Suharto ( 19Januari 1990 – 19 Januari 2000)
12. H. Sukawi Sutarip SH. ( 19 Januari 2000 - sekarang )
ltulah sejarah ringkas kota Semarang Penetapan hari jadi tanggal 2 Mei itu, ditetapkan tim hari jadi masa pemerintahan Walikota H Imam Soeparto Tjakrajoeda SH. (15 Januari 1980-19Januari 1990). Penetapan tanggal 2 Mei tersebut, waktu itu sempat diprotes sebagian orang maupun kelompol yang tidak setuju dengan tanggal 2 Mei itu. Tentu saja mereka yang memprotes itu tidak sembarang orang, dan argumentasinya pun masuk akal. Bahkan yang kontra sempat mendesak walikota untuk diadakan klarifikasi soal tanggal yang dimaksud. Hanya saja setelah meninggalnya “pentolan” pemrotes yakni Amen Budiman, suara-suara miring tersebut akhirnya pudar. Amen Budiman cukup punya nama di Semarang dalam hal sejarah kota Semarang. Almarhum dulu pengisi tetap halaman “Semarang Tempo Doeloe” pada harian Suara Merdeka. Lepas kontroversi jika ada yang sangsi dengan tanggal 2 Mei sebagai Hari jadi Kota Semarang, tidak menjadikan tanggal itu goyah. Tetap menjadi tanggal yang disetujui berbagai pihak. Yang penting mari kita tingkatkan rasa aman dan tertib, dalam bermasyarakat guna mewujudkan Semarang sebagai kota Pantai Metropolitan yang damai dan lancar. Majulah terus kota Semarang. Dirgahayu Kota Semarang ke 460.
Sumber: id-infosemarang.org
Makanan khas Semarang
LUMPIA
Di Kota Semarang ini ada lima ”aliran” lumpia Semarang dengan cita rasa berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing–Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe–Wasih.
Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (65), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.
Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.
Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.
Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang ”luar” yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang
Sumber: id-wikipedia.org
Ditulis dalam kota, makanan khas
